Kekurangan bukanlah batas untuk dapat
terus berkarya. Kerapkali kita mengeluh tapi kemudian hanya diam.
Barangkali hal itu yang ingin ditunjukkan oleh mahasiswa difabel UIN
Sunan Kalijaga. Mereka memiliki kekurangan, tapi tidak membuat mereka
hanya diam lalu meninggalkan rutinitas, terlihat pada antusias mereka
untuk tetap kuliah.
Terdapat 39 mahasiswa yang terdaftar di
Pusat Studi dan Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga. Dua orang
diantaranya telah munaqosyah. Jumlah semua mahasiswa tersebar dari semua
fakultas di UIN Sunan Kalijaga. Seperti contoh Warkah mahasiswa Program
Studi Biologi dari Fakultas Saintek yang memiliki kekurangan dibagian
pendengaran dan bicara (tuna rungu dan tuna wicara) . Semua mahasiswa
difabel difasilitasi Note Taker untuk membantu pada saat mengikuti kegiatan perkuliahan. Tugas Note Taker adalah
membantu mahasiswa difabel agar dapat mendapatkan materi yang sama
dengan mahasiswa lainnya. Terbukti, Warkah menjadi Juara II Olimpiade
Sains Nasional Biologi.
Mahasiswa lainnya yaitu Wuri dari Fakultas
Dakwah jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dapat mengoperasikan
ponsel dengan baik meskipun beliau ini Low Vision (Tuna Netra). Ada juga
Dipta mahasiswa Fakultas Saintek program Studi matematika yang tuna
rungu tersebut tapi dengan kegigihannya beliau meraih Juara II dalam
Olimpiade Fisikhttp://uin-suka.ac.id/index.php/page/liputan/detail/2/a-world-of-equal-opportunity-pusat-layanan-difabel-uin-sunan-kalijaga

Tidak ada komentar:
Posting Komentar